Tahun ini adalah kali ke lima aku tidak merayakan Natal bersama keluarga.Sebagai anak rantau yang tinggal dan bekerja jauh dari rumah, kadang ada rasa rindu dan sepi ketika harus merayakan Natal tanpa kehadiranorang-orang terkasih. Jika biasanya di rumah aku selalu menyambut Natal dengan melayani di gereja,mendekorasi rumah, danbersilaturahmi dengan kerabat, ditanah rantau aktivitas ini menjadi sesuatu yang kurindukan.
Namun, walau jauh dari kehangatan keluarga, pengalaman melewatkan Natal di tanah rantau ternyata mengajariku untuk memandang Natal dari sudut pandang yang berbeda.Natal bukanlah tentang perayaanyang gemerlap, melainkan Natala dalah sebuah peristiwa tentang penyertaan Allah atas kita umat manusia.



